Toko Pasutri

Selasa, 22 Januari 2013

Ibu Hamil Nyeri di Pinggang? Saatnya ke Fisioterapis

0 komentar
Pegal dan nyeri di pinggang adalah keluhan para ibu hamil yang kandungannya sudah semakin besar. Ketika keluhan itu datang, sebaiknya ibu hamil segera datang ke fisioterapis.

"Kami jarang melakukan pijatan ke seluruh badan, hanya berdasarkan keluhan ibu hamil saja. Misalkan ibu hamil itu kan yang pinggangnya pegal, nyeri sampai ganggu aktivitas dia. Mungkin di massage, spa biasa juga oke, tapi ada yang tidka bisa hilang sehingga datang ke fisioterapis," terang fisioterapis RSIA Bunda Jakarta, Nurmala Dwi Astuti, AMd FT, saat berbincang dengan detikHealth.

Ketika ada ibu hamil yang datang dengan keluhan nyeri seperti itu, fisioterapi akan memasangkan alat bernama TENS (Technical Electrical Nerve Stimulation). Selama 15-20 menit TENS dipasang hingga ibu hamil merasa lebih baik. Setelahnya, fisioterapis akan memberikan pijatan di pinggang.

"Aman, karena kita mengerti otot mana yang kena. Pijatan juga nggak boleh kencang, karena kalau kencang malah akan menimbulkan peradangan. Kita maasage gentle saja di sekitar yang sakit, lalu dilakukan exercise di daerah sekitar pinggang," terang perempuan yang akrab disapa Mala ini.

Menurut Mala, umumnya ibu hamil yang mengeluhkan pegal dan nyeri pinggang adalah yang usia kehamilannya sudah lebih dari 5 bulan. Kala janin membesar, postur tubuh ibu pun berubah, dan tulang belakang pun merenggang. Maka itu sedikit salah kegiatan, ibu hamil akan merasa sakit.

"Pernah ada ibu hamil 36-37 minggu mengeluh daerah selangkangan sakit. Lalu TENS dipasang di bagian selangkangan dan kemaluan. Alhamdulillah setelah itu oke keadaannya. TENS itu aman, nggak bahaya buat bayi," papar Mala.

Ibu hamil yang ingin mendapatkan perawatan TENS secara penuh harus merogoh kocek Rp 180-205 ribu. Pemasangan TENS dan pijat akan diberikan selama 30-45 menit.

Mala berpesan kepada ibu hamil untuk rajin melakukan olahraga seperti senam khusus ibu hamil. Hal itu untuk mencegah adanya nyeri di pinggang dan tulang belakang. Sumber Artikel Ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 21 Januari 2013

Urat Terjepit, Biarkan Tukang Urut Bekerja?

0 komentar
Salah urat dan keseleo bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang yang sudah lanjut usia. Tapi sebagian orang akan lari ke tukang urut jika mengalami salah urat, tepatkah pengobatan ini?

Gangguan salah urat biasanya disebabkan oleh kondisi terkilir atau mengalami keseleo. Hal ini biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit yang bisa membuat aktivitas atau kegiatan seseorang terhenti.

Jika mengalami kondisi ini maka hampir sebagian besar orang akan lari ke tukang pijat atau urut tradisional, kebanyakan masyarakat beranggapan dengan dipijat akan membuat kondisinya membaik dan bukan masalah besar sehingga tidak perlu pergi ke dokter.

"Sebaiknya dilihat dulu, kalau salah uratnya karena ada urat yang kejepit maka tidak apa-apa dibawa ke tukang urut," ujar DR. H. Briliantono M Soenarwo, SpOT, FICS, MD, PhD, MBA dari Halimun Medical Centre, saat dihubungi detikHealth.

Meski begitu Dr Briliantono menyarankan jika seseorang mengalami keseleo, maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memberikan kompres dingin sampai bengkaknya hilang. Jadi jangan langsung diberikan pemijatan atau diurut.

"Kalau mau pakai balsem juga boleh. Setelah itu baru boleh dipijat atau di bawa ke tukang urut, dan yang boleh dipijat itu bagian uratnya, untuk persendiannya nggak boleh dipijat," ujar Dr Briliantono.

Walau begitu, jika keseleo atau salah urat ini sudah dipijat tapi tak juga sembuh, misalnya sudah 2 hari tidak sembuh atau jadi bengkak dan lebam sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Dr Briliantono menjelaskan kalau misalnya akibat salah angkat beban lalu sakit, maka itu bukan disebabkan oleh uratnya yang salah, tapi disebabkan oleh gangguan saraf jadi sebaiknya jangan dibawa ke tukang urut.

"Termasuk juga kalau patah tulang atau ada luka maka jangan dibawa ke tukang pijat karena bukanlah pengobatan yang tepat," tuturnya.

Untuk itu sebelum melakukan pengobatan ke tukang pijat, sebaiknya ketahui dulu apa penyebab dari rasa sakit yang timbul. Jika memang disebabkan oleh urat dan tidak bengkak, maka boleh dilakukan pemijatan. Sumber Artikel Ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, 20 Januari 2013

Jenis-jenis Pijat dan Manfaatnya

0 komentar
Saat ini beberapa tempat pijat menawarkan berbagai jenis pemijatan yang bisa diterima oleh konsumen. Namun kadang beberapa orang merasa bingung dengan khasiat yang didapat dari macam-macam jenis pijat ini.

Ada berbagai hal yang membuat seseorang butuh dipijat, sebagian besar karena badannya terasa sakit atau pegal akibat stres pekerjaan atau terlalu banyak menghabiskan waktu duduk di depan komputer.

"Pijat itu sendiri ada yang bersifat empirik atau berbasis pengalaman, ini tergantung dari karakter atau budaya masing-masing misalnya pijat Bali, pijat Sumatera, ada yang yang gerakannya dari kaki ke kepala ada yang dari bahu punggung ke bawah. Dengan pemijatan itu datang relaksasi, ketegangan berkurang dan kenyamanan datang," ujar dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MKes, direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, Komplementer, Direktorat jenderal Bina Gizi dan KIA Kemenkes, saat dihubungi detikHealth.

dr Abidinsyah menuturkan yang kedua ada pula pijat yang sudah ada pembuktian dari sisi keilmuwan, misalnya accupressure yang mana menekan titik-titik tertentu yang ditemukan oleh para ahli yang merupakan simpul pertemuan saraf dan pembuluh darah di dalam tubuh.

"Pengobatan tardisional seperti pijat ini lebih mengisi aspek promotif dan preventif, sedangkan ilmu kedokteran modern lebih mengarah pada kuratif dan rehabilitatif. Jadi nggak perlu saingan," ungkapnya.

Meski begitu ada beberapa jenis pemijatan yang tersedia di masyarakat, umumnya jenis pemijatan ini diketahui efektif mengatasi badan yang sakit, seperti dikutip dari Boldsky, yaitu:

1. Pijat refleksi kaki
Refleksi kaki didasarkan pada bagian titik-titik di kaki yang bisa merangsang semua bagian di tubuh sehingga membawa perubahan fisiologis secara menyeluruh. Manfaat yang didapat bisa meningkatkan sirkulasi, relaksasi, mengurangi nyeri serta meningkatkan memori.

2. Thai massage
Pijat tubuh ini didasarkan pada prinsip menyelaraskan semua energi di dalam tubuh. Umumnya menggunakan jari-jari dan batu hitam yang runcing serta memanfaatkan titik-titik tekanan di tubuh. Dalam pijat ini ada cukup banyak peregangan yang benar-benar bisa meremajakan tubuh.

3. Hot stone massage
Pijat ini juga dikenal sebagai Kerala massage yang berasal dari India. Jika sebagian besar tubuh terasa nyeri karena otot kaku atau terlalu tegang maka pijat ini adalah pilihan yang terbaik. Umumnya batu khusus yang halus akan dipanaskan terlebih dahulu dan ditempatkan pada titik-titik tekanan yang berbeda di tubuh untuk mengurangi rasa akit.

4. Deep tissue massage
Pijat ini dilakukan pada kulit tapi menargetkan lapisan dalam dari jaringan di bawahnya. Teknik gesekan yang digunakan dalam pijat ini memberikan manfaat pada orang yang baru sembuh dari cedera dan menghilangkan rasa sakit.

5. Aromatherapy massage
Fungsi dari jenis pemijatan ini didasarkan pada prinsip sederhana yaitu dengan merangsang indera yang ada di tubuh. Berbagai minyak aromatik dengan aroma berbeda digunakan untuk mengurangi stres pada otot dan menyegarkan suasana.

6. Swedish massage
Dasar dari pemijatan seluruh tubuh ini adalah dengan melibatkan gerakan tangan yang khas seperti meremas dan memberikan tinjuan ringan untuk menghilangkan rasa sakit. Namun jika rasa sakit pada tubuh masih bertahan untuk periode waktu yang panjang, maka sebaiknya coba dikonsultasikan dengan dokter. Sumber…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, 19 Januari 2013

Keseleo, ke Dokter atau ke Tukang Urut?

0 komentar
Mendengar kata keseleo, yang paling sering terlintas di pikiran tentu tukang urut atau pijat. Tapi tidak semua keluhan keseleo dapat diatasi oleh tukang urut lho!

Keseleo terjadi ketika kaki terkilir, juga cedera pada ligamen yang disebabkan oleh perenggangan otot yang melebihi kapasitas normal. Umumnya keseleo terjadi pada pergelangan kaki dan lutut. Pada kasus di mana baik ligamen atau jaringan otot robek, kemungkinan diperlukan pembedahan.

Pada masyarakat awam, keseleo lebih sering diobati dengan mendatangi tukang urut. Padahal, tidak setiap keseleo dapat diatasi oleh tukang urut. Salah-salah cedera pada tubuh Anda malah makin parah.

"Kalau keseleo ringan, boleh ke tukang urut asal tidak ada perubahan bentuk, tidak panas dan digerakkan tidak sakit secara berlebihan. Jadi prinsipnya look (lihat), feel (rasakan) dan move (gerakkan)," tutur Dr Michael Triangto, SpKO, ahli kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran saat berbincang dengan detikHealth.

Menurut Dr Michael, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan ketika mencari pertolongan untuk keseleo, yaitu:

1. Look (lihat)
Jika terjadi pembengkakan, daerah yang keseleo berwarna merah atau tempurung lutut berpindah, maka harus segera dibawa ke dokter.

2. Feel (rasakan)
Sentuh bagian tubuh yang keseleo. Jika terasa sakit, terasa panas, hangat, ada cairan di dalamnya, maka harus segera dibawa ke dokter.

3. Move (gerakkan)
Jika ketika digerakkan terasa sakit atau bahkan tidak mampu berjalan, maka harus segera dibawa ke dokter.

"Kalau cederanya baru, harus diistirahatkan dulu. Diberi es, ditenangkan diberikan obat supaya tidak banyak gerak, ditinggikan. Istilahnya Rest, Ice, Compression dan Elevation (RICE). Selama 2 x 24 jam tidak boleh di massage. Itu yang non-operatif, tapi kalau terjadi robekan fatal atau cedera yang benar-benar parah, saya akan rujuk ke dokter bedah tulang," tutur Dr Michael.

Namun meski sudah berobat ke tukang urut atau dokter, Dr Michael menuturkan bahwa tidak ada cedera yang dapat benar-benar sembuh, termasuk keseleo. Selalu ada gejala sisa yang bisa atau tidak bisa terasa.

"Kalau atlet, ototnya kan dilatih terus menjadi lebih kuat, lebih besar, jadi cedera sisa biasanya tidak dirasakan walaupun masih ada," tutup Dr Michael. Sumber…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Pijat News. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...